UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
MAKALAH FRAMEWORK AUDIT IT
|
Nama
Anggota : 1. Achmad Wildan (10116070)
2. Muhammad
Fernando (14116850)
3. Satrio Alif
Wibisono (16116871)
Mata
Kuliah : Audit Teknologi Sistem Informasi#
Dosen : Qomariyah
|
Universitas
Gunadarma
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..................................................................................... i
1. CICA/COCO ................................................................................
1
1.1 PENGERTIAN ......................................................................
1
1.2 KRITERIA DALAM COCO ............................................... 2
2. ISO
20000-1:2011 .........................................................................
5
2.1 PENGERTIAN ISO ..............................................................
5
2.2 PENGERTIAN ISO 20000-1:2011 ...................................... 6
3. ISO
90003:2014 ............................................................................
8
3.1 PENGERTIAN ISO 90003:2014 ........................................... 8
3.2 PENGERTIAN ISO 90003:2014 ........................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
....................................................................... 9
|
i
|
1.
CICA/CoCo
1.1
Pengertian
CoCo (Criteria of Control
Framework) diperkenalkan pada tahun 1992 dengan tujuan untuk meningkatkan
kinerja organisasi dan pengambilan keputusan dengan kontrol yang lebih baik,
manajemen resiko, dan tata kelola perusahaan. Framework ini mencakup 20 kriteria
untuk kontrol yang efektif dalam empat bidang organisasi: tujuan (arah),
komitmen (identitas dan nilai-nilai), kemampuan (kompetensi), serta pemantauan
dan belajar (evolusi).
The Canadian Institute of
Chartered Accountants Criteria of Control Committee (CoCo) menyusun model pengendalian
intern yang mirip dengan COSO tetapi mempunyai perbedaan. Perbedaannya terdapat
pada CoCo memfokuskan pada empat pertanyaan utama yakni:
1. Apakah perusahaan/institusi
mempunyai tujuan yang benar ?
2. Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang
memadai?
3. Apakah perusahaan tersebut
mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang tepat?
4. Apakah perusahaan tersebut
melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?
CoCo
mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni
purpose, commitment, capability dan monitoring dan learning. Keempat komponen
tersebut merupakan siklus yang sangat mudah dipahami. CoCo membangun landasan
COSO dengan mengidentifikasi komponen-komponen yang sama tetapi CoCo melebihi
COSO dalam melihat apakah suatu organisasi mempunyai tujuan dan aktivitas
pengendalian yang tepat.
|
1
|
CoCo
juga menekankan pada komitmen dan kapabilitas sebagai bagian yang penting dalam
proses pembelajaran suatu organisasi untuk meyakinkan apakah lingkungan
pengendalian mendukung perbaikan yang terus menerus dan pada saat yang saman
mencegah risiko atas ketidaktercapaian tujuan organisasi. Seperti juga COSO,
model CoCo dapat diaplikasikan pada bentuk organisasi apapun, pada setiap level
tingkatan yang dapat memungkinkan adanya respon secara umum atas SPI
menyeluruh.
1.2
Kriteria dalam CoCo
Kriteria yang digunakan dalam
CoCo adalah sebagai berikut :
Purpose
1. Tujuan harus dinyatakan dan
dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder
2. Resiko signifikan baik dari
dalam maupun luar organisasi yang terkait dengan pencapaian tujuan harus
diidentifikasikan dan dinilai.
3. Kebijakan yang didesain
untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan pengelolaan risik harus
dibuat, dikomunikasikan dan dipraktekan sehingga pegawai mengerti apa yang
diharapkan dan kebebasan yang diperlukan untuk bertindak.
4. Perencanaan untuk menuntun pencapaian
tujuan organisasi harus disusun dan dikomunikasikan.
5. Tujuan dan perencanaan
terkait harus mencantumkan target dan indikator kinerja.
Commitmen
|
2
|
2. Kebijakan dan praktek
managemen SDM harus konsisten dengan etika dan nilai-nilai dan pencapaian
tujuan.
3. Wewenang, tanggungjawab dan
tanggungjelasan harus secara jelas didefinisikan dan konsisten dengan tujuan oerganiasi
sehingga keputusan-keputusan dan pelaku-pelaku diperagakan dengan benar oleh
pegawai.
4. Atmosfir kepercayaan yang
tinggi harus dipelihara dan didukung oleh informasi yang mengalir antara
pegawai dan kinerja mereka dalam mendukung pencapaian tujuan oeganisasi.
Capability
1. Pegawai harus memiliki
pengetahuan, keahlian dan peralatan yang cukup untuk mendukung pencapaian
tujuan organisasi.
2. Proses komunikasikan harus
mendukung nilai dan pencapaian organisasi atas tujuan yang telah ditetapkan.
3. Informasi yang cukup dan
relevan harus diidentifikasi dan dikomunikasikan pada saat yang tept sehingga
pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
4. Tujuan dan aktivitas dari
bagian yang berbeda dalam suatu organisasi harus dikoordinasikan.
5. Aktivitas pengendalian harus
didesain sebagai kesatuan yang menyeluruh dari suatu organisasi dengan
mempertimbangkan tujuan, risiko dan hubungan terkait antar komponen
pengendalian.
|
3
|
Monitoring and Learning
1. Lingkungan internal dan
eksternal harus diminitor untuk memperoleh informasi sehingga tujan dan
pengendalian organisasi tetap mutakhir.
2. Kinerja harus dimonitor
dibandingkan dengan target dan indikator yang telah ditetapkan.
3. Asumsi yang digunakan dalam
penentuan tujuan dan sistem harus secara periodik dikaji ulang.
4. Informasi yang dibutuhkan
harus dikaji terus menerus sesuai dengan adanya perubahan tujuan atau adanya
pelaporan yang menunjukan penyimpangan.
5. Prosedur tindaklanjut harus
disusun dan dilakukan untuk menjamin bahwa perubahan dan kegiatan yang tepat
dilakukan.
6. Managemen secara periodik
menilai efektifitas pengendalian dan kemudian mengkomunikasikan yang tepat
dilakukan
|
4
|
2. ISO 20000-1:2011
2.1
Pengertian ISO
ISO
adalah Internasional untuk Standardisasi (International Organization for
Standardization) dan disingkat ISO. ISO adalah badan penetap standar
internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional
setiap negara. Sebelum menjadi nama ISO pada awalnya lembaga tersebut bernama
IOS. Tetapi sekarang lebih sering menggunakan singkatan ISO, karena dalam
bahasa Yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata
isometrik atau isonomi.
Lembaga
ISO Didirikan pada 23 Februari 1947, Lembaga ISO menetapkan standar-standar industrial
dan komersial dunia. ISO awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan
standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal
antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank,
ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya.
Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130
negara untuk bersama-sama membahas standarisasi dalam Komite Teknis (TC), Sub
Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
Meski
ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang
sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih
berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya.
|
5
|
Dalam
prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak
pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara
dan perusahaan-perusahaan besar.
ISO
bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung
jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.
2.2 Pengertian ISO 20000-1:2011
ISO 20000-1:2011 merupakan
standar internasional pertama untuk manajemen layanan teknologi informasi
(ITSM, IT Service Management). Standar ini untuk menggantikan British Standards
BS 15000. Pertama kali dipublikasikan pada Desember 2005 dan seperti
pendahulunya, BS 15000, awalnya dikembangkan untuk menggambarkan pedoman
praktik terbaik yang terdapat dalam kerangka kerja ITIL (Information Technology
Infrastructure Library). Tanpa menutup kenyataan di sisi lain, standar tersebut
juga mendukung kerangka kerja dan pendekatan ITSM lainnya.
ISO / IEC 20000-1: 2011 dapat digunakan oleh:
·
Sebuah organisasi yang mencari layanan dari penyedia layanan dan
membutuhkan jaminan bahwa persyaratan layanan mereka akan dipenuhi
·
Sebuah organisasi yang membutuhkan pendekatan yang konsisten oleh semua
penyedia layanannya, termasuk yang ada dalam rantai pasokan
·
Penyedia layanan yang bermaksud menunjukkan kemampuannya untuk desain,
transisi, pengiriman dan peningkatan layanan yang memenuhi persyaratan layanan
|
6
|
·
Penyedia layanan untuk memantau, mengukur, dan meninjau proses dan layanan
manajemen layanannya
·
Penyedia layanan untuk meningkatkan desain, transisi, pengiriman dan
peningkatan layanan melalui implementasi dan operasi SMS yang efektif;
·
Penilai atau auditor sebagai kriteria penilaian kesesuaian SMS penyedia
layanan dengan persyaratan dalam ISO / IEC 20000-1: 2011.
|
7
|
3. ISO 90003:2014
3.1 Pengertian ISO 90003:2014
ISO / IEC 90003: 2014 merupakan
salah satu framework ISO untuk pedoman pengaplikasian ISO 9001:2008 tentang
komputer software. ISO ini memberikan panduan bagi organisasi dalam penerapan
ISO 9001: 2008 untuk akuisisi, penyediaan, pengembangan, pengoperasian dan
pemeliharaan perangkat lunak komputer dan layanan dukungan terkait. ISO / IEC
90003: 2014 tidak menambah atau mengubah persyaratan ISO 9001: 2008.
Pedoman yang diberikan dalam
ISO/IEC 90003: 2014 tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai kriteria
penilaian dalam pendaftaran atau sertifikasi sistem manajemen mutu.
3.2 Penerapan ISO 90003:2014
Penerapan
ISO / IEC 90003: 2014 sesuai untuk perangkat lunak :
·
Bagian dari kontrak komersial dengan organisasi lain,
·
Produk yang tersedia untuk sektor pasar,
·
Digunakan untuk mendukung proses suatu organisasi,
·
Tertanam dalam produk perangkat keras, atau
·
Terkait dengan layanan perangkat lunak.
|
8
|
DAFTAR PUSTAKA
|
9
|