RANGKUMAN TUGAS
SOFTSKILL
Disusun
Oleh :
|
Nama
|
:
|
Achmad
Wildan W
|
|
NPM
|
:
|
10116070
|
|
Kelas
|
:
|
4KA22
|
|
Dosen
|
:
|
Qomariyah
|
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan peradaban manusia dewasa ini,
seiring dengan penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang
informasi dan komunikasiyang mampu menciptakan alat-alat yang mendukung
perkembangan Teknologi informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan
alat komunikasi yang searah maupun duaarah (interaktif). Perkembangan cara
penyampaian informasi yang dikenal dengan istilah Teknologi informasi atau
Information Technology (IT) bisa dikatakan telah merasuki kesegala bidang dan
ke berbagai lapisan masyarakat dalam kehidupan, karena dengandukungannya
membuat organisasi/instansi dan individu/perseorangan dalam kancah dunia bisnis
merasa memiliki keunggulan kompetitif (daya saing) luar biasa khususnya dalam
mengaudit sistem informasi akuntansi yang berbasis pada komputerisasi gunamembantu
meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan
keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen dalam mengembangkansistem yang ada
maupun dalam menyusun suatu sistem yang baru menggantian sistem yang lama
secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada serta untuk
perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan sehingga senantiasa memiliki
sinergiuntuk eksis dalam dunia bisnis.Peranan Teknologi Informasi dalam bisnis
telah mengubah secara radikal tipe pekerjaan, pekerja, organisasi bahkan sistem
manajemen dalam mengelola sebuah organisasi.
Pengendalian (controlling) merupakan salah satu
fungsi manajemen dalam mencapaitujuan organisasi,yang merupakan manifestasidari
usaha manajemen untuk mengurangiresiko kerugian dan penyimpangan dalamsuatu
organisasi.Pengendalian Internal yangefektif merupakan salah satu faktor
kuncidalam kesuksesan sebuah organisasi.Dalampengendalian intern yang efektif,
manajemen dan segenap anggota organisasi yang lainakan memiliki tingkat
keyakinan yangmemadai dalam mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi.Dimana
dengan adany sistem pengendalian intern yang efektif,dapat membantu dalam
mencapai tujuan organisasi yang antara lain dalam hal efisiensi,mengurangi
resiko kerugian,dan menghasilkan suatu laporan keuangan yang andal dan sesuai
dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
RANGKUMAN
AUDIT IT DENGAN TOOLS
KALI LINUX
Audit Sistem Informasi
Auditing adalah proses sistematik untuk
mengumpulkan dan mengevaluasi informasi mengenai kejadian dan kegiatan ekonomi
yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan
dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria- kriteria
yang telah ditetapkan.
Auditor adalah pemeriksa, dimana
terdapat dua jenis auditor yaitu internal dan eksternal. Auditor internal ada
di dalam organisasi itu sendiri misalkan divisi kepatuhan di perusahaan dan
Inspektorat Jenderal pada instansi pemerintah. Auditor eksternal merupakan
auditor yang berasal dari luar organisasi misalkan Kantor Akuntan Publik dan
Badan Pemeriksa Keuangan.
Auditee adalah pihak yang diperiksa.
Pihak yang diperiksa ini adalah manajemen beserta personil lain pada organisasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa audit sistem informasi adalah proses
pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti audit untuk mengetahui apakah sistem
informasi yang berbasis komputer dapat melindungi aset perusahaan, menjaga
integritas data dan mendukung tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan
efisien.
Kali Linux
Linux adalah nama yang diberikan pada
sistem operasi komputer bertipe Unix dengan logonya berupa seekor burung
Pinguin. Linux mempunyai kemampuan MultiTasking, Multi User, dan Memory
Management yang baik. Beberapa distro Linux seperti Ubuntu, OpenSuSe, Fedora,
RedHat, Mandrake, Blankon, Slackware, Mint, Kali Linux dsb. Namun disini kita
akan membahas lebih dalam mengenai Linux distro yaitu Kali Linux.
Kali Linux adalah distribusi berlandasan
Linux Debian GNU/Linux untuk tujuan forensik digital dan di gunakan untuk
pengujian penetrasi, yang dipelihara dan didanai oleh Offensive Security Ltd .
Kali juga dikembangkan oleh Offensive Security Ltd sebagai penerus BackTrack
Linux. Kali menyediakan pengguna dengan mudah akses terhadap koleksi yang besar
dan komprehensif untuk alat yang berhubungan dengan keamanan, termasuk port
scanner untuk password cracker. Kali merupakan platform yang mendukung
Metasploit Framework dari Proyek Metasploit, berupa alat untuk mengembangkan
dan melaksanakan kode eksploitasi terhadap mesin target jarak jauh. Distro ini
juga menyertakan alat-alat keamanan termasuk Wireshark, John the Ripper, Nmap
dan Aircrack-ng.
Fitur-fitur
Kali Linux :
- Lebih dari 300 tools penetration testing
- Gratis dan akan selalu gratis
- Open source Git tree
- Mengikuti FHS compliant
- Dukungan perangkat wireless yang luas
- Modifikasi kernel yang sudah di patch
untuk injection
- Lingkungan pengembangan yang aman
- GPG menandai beberapa paket dan repo
- Banyak bahasa
- Dapat dirubah sepenuhnya
- Mendukung ARMEL dan ARMHF
Metasploit
Metasploit adalah suatu software yang
digunakan untuk menguji ketahanan suatau sistem dengan menggunakan kelemahan
sistem tersebut. Metasploit diciptakan oleh HD Moore pada tahun 2003 sebagai
sebuah alat jaringan portabel menggunakan bahasa scripting Perl.
Kemudian, Metasploit Framework
benar-benar ditulis ulang dalam bahasa pemrograman Ruby. Pada tanggal 21
Oktober 2009, Proyek Metasploit mengumumkan yang telah diakuisisi oleh Rapid7.
Metasploit biasa dikaitkan dengan
istilah remote exploitation, maksudnya penyerang berada pada jarak jangkauan
yang jauh dapat mengendalikan komputer korban. Metasploit menyerang dengan cara
mengirimkan exploit pada komputer korban. Exploit ini berisi payload yang sudah
ditentukan oleh penyerang
Syarat
Dasar Metasploit :
- Exploit : Membantu dalam
memasuki atau menembus ke system karena setiap kerentanan atau cacat apapun
dalam sistem
- Payload
: Yang menetukan karya
mengesploitasi
- Auxillary : Beberapa aplikasi lain yang
dikombinasikan dengan kerangka seperti sniffer , alat pencacahan
- Meterpreter : Payload yang disuntikkan ke dalam
proses system diesploitasi dimana ada proses tambahan dibuat dalam memori dan
kemudian dapat bermigrasi ke setiap proses yang diinginkan dengan menggnakan
PID (Process ID)
- Encoders : Eksploitasi kadang – kadang
terdeteksi oleh anti-virus sehinnga encoders ini dapat digunakan untuk membuat
eksploitasi tidak terdeteksi dan memanipulasi kode
- Nops : Dikenal sebagaii generator
tidak ada operasi adalah membantu dalam membiarkan eksploitasi tetap tidak
terdeteksi dari IDS.
- Plugins
: Memperluas fungsionalitas
console tersebut
Perintah
Dasar Metasploit :
- Help : seperti namanya berarti ia akan
menampilkan beberapa perintah untuk referensi.
- Search : digunakan jika anda ingin
mencari dan mengesploitasiUse : Setelah mengesploitasi diinginkan
telah disortir kemudian gunakan perintah ini untuk memeilih perintah tertentu
untuk mengesploitasi.
- Set : Jika anda ingin menggunakan opsi
tertentu sekali maka perintah ini digunakan
- Show Options : jika perintah ini
digunakan maka ia akan menampilkan pilihan dari eksploitasi. Perintah apa yang
harus digunakan dan lain-lain.
- Setg : Hal ini seperti “set” tapi “g”
singkatan global sehingga jika anda ingin menggunakan opsi khusus untuk sesi
lengkap kemudian perintah ini
- Show : Hanya “Show” perintah akan
menampillan semua eksploitasi, payload dan auxillaries pada suatu wakti di
layar tetapi jika digunakan sebagai “show” dll akan hanya menampilkan muatan.
- Info : ini menampilkan informasi yang
dibutuhkan tentang mengesploitasi atau payload
- Exploit/run: setelah setiap hal diatur
perintah ini digunakan untuk menjalankan mengeksploitasi.
- Sessio : session –I, session –I
<1,2,3…id> : setelah memanfaatkan sukses maka untuk melihat sesi perintah
ini digunakan dan mkemudian ID digunakan untuk memilih salah satu sesi
tertentu
- Ps : misalkan sesi meterpreter berjalan
dengan sukses maka “p” akan menampilkan proses yang berjalan dalam system
dieskploitasi.
- Migrate : Ini terjadi bahwa proses yang
meterpreter sedang disuntikkan adalah proses sementara jadi di sini perintah
bermigrasi dapat digunakan untuk transfer meterpreter untuk beberapa proses lain
specifying id proses.
FRAMEWORK AUDIT SI
1. CICA/CoCo
CoCo (Criteria of Control Framework)
diperkenalkan pada tahun 1992 dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja
organisasi dan pengambilan keputusan dengan kontrol yang lebih baik, manajemen
resiko, dan tata kelola perusahaan. Framework ini mencakup 20 kriteria untuk
kontrol yang efektif dalam empat bidang organisasi: tujuan (arah), komitmen
(identitas dan nilai-nilai), kemampuan (kompetensi), serta pemantauan dan
belajar (evolusi). CoCo membangun landasan COSO dengan mengidentifikasi
komponen-komponen yang sama tetapi CoCo melebihi COSO dalam melihat apakah
suatu organisasi mempunyai tujuan dan aktivitas pengendalian yang tepat.
Kriteria
yang digunakan dalam CoCo adalah sebagai berikut :
- Purpose
- Commitmen
- Capability
- Monitoring
and Learning
2. ISO
20000-1:2011
ISO 20000-1:2011 merupakan standar
internasional pertama untuk manajemen layanan teknologi informasi (ITSM, IT
Service Management). Standar ini untuk menggantikan British Standards BS 15000.
Pertama kali dipublikasikan pada Desember 2005 dan seperti pendahulunya, BS
15000, awalnya dikembangkan untuk menggambarkan pedoman praktik terbaik yang
terdapat dalam kerangka kerja ITIL (Information Technology Infrastructure
Library). Tanpa menutup kenyataan di sisi lain, standar tersebut juga mendukung
kerangka kerja dan pendekatan ITSM lainnya.
ISO
/ IEC 20000-1: 2011 dapat digunakan oleh:
- Penyedia layanan untuk memantau,
mengukur, dan meninjau proses dan layanan manajemen layanannya
- Penyedia layanan untuk meningkatkan
desain, transisi, pengiriman dan peningkatan layanan melalui implementasi dan
operasi SMS yang efektif;
- Penilai atau auditor sebagai kriteria
penilaian kesesuaian SMS penyedia layanan dengan persyaratan dalam ISO / IEC
20000-1: 2011.
3. ISO
90003:2014
ISO / IEC 90003: 2014 merupakan salah
satu framework ISO untuk pedoman pengaplikasian ISO 9001:2008 tentang komputer
software. ISO ini memberikan panduan bagi organisasi dalam penerapan ISO 9001:
2008 untuk akuisisi, penyediaan, pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan
perangkat lunak komputer dan layanan dukungan terkait. ISO / IEC 90003: 2014
tidak menambah atau mengubah persyaratan ISO 9001: 2008.
Penerapan
ISO / IEC 90003: 2014 sesuai untuk perangkat lunak :
- Bagian dari kontrak komersial dengan
organisasi lain,
- Produk yang tersedia untuk sektor pasar,
- Digunakan untuk mendukung proses suatu
organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
H.
d. A. W. Jogiyanto. 2011. “Sistem Tata kelola Teknologi Informasi”, Yogyakarta:
Andi.