Selasa, 28 Januari 2020

STUDI KASUS METODE AUDIT TI


PENULISAN

IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KECANDUAN GAME ONLINE MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING BERBASIS DESKTOP



Disusun Oleh :
Nama             
:
Achmad Wildan W
NPM
:
10116070
Kelas
:
4KA22
Dosen
:
Qomariyah



FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA
 2020


Contoh Kasus
Contoh kasus diambil dari penulisan ilmiah penulis yang berjudul APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KECANDUAN GAME ONLINE MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING BERBASIS DESKTOP dan menggunakan metode audit Black Box.

Abstrak
Permainan modern yang menggunakan jaringan internet yaitu game online. Kegiatan bermain game online secara terus-menerus dapat mengakibatkan kecanduan. Bahaya kecanduan game online dapat menimpa orang dewasa bahkan anak-anak. Penulisan ini membuat aplikasi desktop menggunakan metode backward chaining untuk meendiagnosis kecanduan game online dari 10 gejala berdasarkan 6 jenis prilaku kecanduan game. Hasil yang didapatkan pada pengujian diagnosis yaitu pada pengujian pertama dari 10 gejala dipilih 2 gejala yaitu G1 dan G4 dengan hasil tidak terindikasi kecanduan game online, lalu pada pengujian kedua dari 10 gejala di pilih 6 gejala yaitu G1, G6, G7, G8, G9, dan G10 dengan hasil terindikasi kecanduan game online.

Metode Audit Black Box
Metode audit yang digunakan dalam kasus ini menggunakan metode audit Black Box. Black Box testing merupakan pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsionalitas dari perangkat lunak.
            Pengujian pada Black Box berusaha menemukan kesalahan seperti:
  • Fungsi – fungsi yang tidak benar atau hilang
  • Kesalahan interface
  • Kesalahan dalam struktur data
  • Kesalahan terhadap akses database eksternal
  • Kesalahan kinerja, inisialisasi, dan terminasi


Alasan digunakannya Black Box testing pada kasus ini adalah karena:
  • Pengujian berdasarkan apa yang dilihat
  • Fokus terhadap fungsionalitas output
  • Pengujian lebih ditujukan pada desain software sesuai standar dan mengetahui apabila terdapat bug pada program aplikasi tersebut.


Langkah – langkah audit dengan Black Box
Melakukan pengujian pada tiap smartphone dengan tingkat pengujian berdasarkan:
-          Tampilan user interface aplikasi dekstop
-          Pengujian fungsionalitas fitur aplikasi pada dekstop 

NO.
Fungsi yang di uji
Cara pengujian
Hasil yang diharapkan
Hasil pengujian
1.
Login
Melakukan login untuk mengakses halaman utama dengan memasukan id dan password lalu klik tombol login
menampilkan pemberitahuan “login berhasil”, lalu menampilkan halaman utama
Valid
2.
Pendaftaran
Mengisi data-data user lalu menekan tombol daftar
Menampilkan pemberitahuan “data sudah disimpan”, lalu menampilkan  halaman login user agar dapat mengakses halaman utama
Valid
3.
Halaman utama
Menampilkan halaman utama
Menampilkan tombol-tombol untuk dapat mengakses ke halaman lainnya.
Valid
4.
Tombol jenis-jenis Game online
Pada halaman utama tekan tombol jenis-jenis Game online
Menampilkan halaman yang berisi informasi tentang jenis-jenis Game online
Valid
5.
Tombol jenis-jenis prilaku kecanduan Game
Pada halaman utama tekan tombol jenis-jenis prilaku kecanduan Game
Menampilkan halaman yang berisi informasi tentang jenis-jenis perilaku kecanduan Game
Valid
6.
Tombol start diagnosis
Pada halaman utama tekan tombol start diagnosis yang nantinya akan tampil halaman diagnosis, lalu  pilih gejala yang di alami
Menampilkan pemberitahuan “gejala yang di alami sudah sesuai?” pilih tombol “ok” lalu menampilkan halaman terindikasi kecanduan Game online atau halaman tidak kecanduan Game online
Valid



TUGAS 4 RANGKUMAN


RANGKUMAN TUGAS SOFTSKILL



Disusun Oleh :
Nama             
:
Achmad Wildan W
NPM
:
10116070
Kelas
:
4KA22
Dosen
:
Qomariyah



FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA
 2019

PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan peradaban manusia dewasa ini, seiring dengan penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi dan komunikasiyang mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun duaarah (interaktif). Perkembangan cara penyampaian informasi yang dikenal dengan istilah Teknologi informasi atau Information Technology (IT) bisa dikatakan telah merasuki kesegala bidang dan ke berbagai lapisan masyarakat dalam kehidupan, karena dengandukungannya membuat organisasi/instansi dan individu/perseorangan dalam kancah dunia bisnis merasa memiliki keunggulan kompetitif (daya saing) luar biasa khususnya dalam mengaudit sistem informasi akuntansi yang berbasis pada komputerisasi gunamembantu meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen dalam mengembangkansistem yang ada maupun dalam menyusun suatu sistem yang baru menggantian sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada serta untuk  perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan sehingga senantiasa memiliki sinergiuntuk eksis dalam dunia bisnis.Peranan Teknologi Informasi dalam bisnis telah mengubah secara radikal tipe pekerjaan, pekerja, organisasi bahkan sistem manajemen dalam mengelola sebuah organisasi.
Pengendalian (controlling) merupakan salah satu fungsi manajemen dalam mencapaitujuan organisasi,yang merupakan manifestasidari usaha manajemen untuk mengurangiresiko kerugian dan penyimpangan dalamsuatu organisasi.Pengendalian Internal yangefektif merupakan salah satu faktor kuncidalam kesuksesan sebuah organisasi.Dalampengendalian intern yang efektif, manajemen dan segenap anggota organisasi yang lainakan memiliki tingkat keyakinan yangmemadai dalam mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi.Dimana dengan adany sistem pengendalian intern yang efektif,dapat membantu dalam mencapai tujuan organisasi yang antara lain dalam hal efisiensi,mengurangi resiko kerugian,dan menghasilkan suatu laporan keuangan yang andal dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.



RANGKUMAN
AUDIT IT DENGAN TOOLS KALI LINUX
Audit Sistem Informasi
Auditing adalah proses sistematik untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi mengenai kejadian dan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria- kriteria yang telah ditetapkan.
Auditor adalah pemeriksa, dimana terdapat dua jenis auditor yaitu internal dan eksternal. Auditor internal ada di dalam organisasi itu sendiri misalkan divisi kepatuhan di perusahaan dan Inspektorat Jenderal pada instansi pemerintah. Auditor eksternal merupakan auditor yang berasal dari luar organisasi misalkan Kantor Akuntan Publik dan Badan Pemeriksa Keuangan.
Auditee adalah pihak yang diperiksa. Pihak yang diperiksa ini adalah manajemen beserta personil lain pada organisasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti audit untuk mengetahui apakah sistem informasi yang berbasis komputer dapat melindungi aset perusahaan, menjaga integritas data dan mendukung tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
Kali Linux
Linux adalah nama yang diberikan pada sistem operasi komputer bertipe Unix dengan logonya berupa seekor burung Pinguin. Linux mempunyai kemampuan MultiTasking, Multi User, dan Memory Management yang baik. Beberapa distro Linux seperti Ubuntu, OpenSuSe, Fedora, RedHat, Mandrake, Blankon, Slackware, Mint, Kali Linux dsb. Namun disini kita akan membahas lebih dalam mengenai Linux distro yaitu Kali Linux.
Kali Linux adalah distribusi berlandasan Linux Debian GNU/Linux untuk tujuan forensik digital dan di gunakan untuk pengujian penetrasi, yang dipelihara dan didanai oleh Offensive Security Ltd . Kali juga dikembangkan oleh Offensive Security Ltd sebagai penerus BackTrack Linux. Kali menyediakan pengguna dengan mudah akses terhadap koleksi yang besar dan komprehensif untuk alat yang berhubungan dengan keamanan, termasuk port scanner untuk password cracker. Kali merupakan platform yang mendukung Metasploit Framework dari Proyek Metasploit, berupa alat untuk mengembangkan dan melaksanakan kode eksploitasi terhadap mesin target jarak jauh. Distro ini juga menyertakan alat-alat keamanan termasuk Wireshark, John the Ripper, Nmap dan Aircrack-ng.
Fitur-fitur Kali Linux :
  1. Lebih dari 300 tools penetration testing
  2. Gratis dan akan selalu gratis
  3. Open source Git tree
  4. Mengikuti FHS compliant
  5. Dukungan perangkat wireless yang luas
  6. Modifikasi kernel yang sudah di patch untuk injection
  7. Lingkungan pengembangan yang aman
  8. GPG menandai beberapa paket dan repo
  9. Banyak bahasa
  10. Dapat dirubah sepenuhnya
  11. Mendukung ARMEL dan ARMHF

Metasploit
Metasploit adalah suatu software yang digunakan untuk menguji ketahanan suatau sistem dengan menggunakan kelemahan sistem tersebut. Metasploit diciptakan oleh HD Moore pada tahun 2003 sebagai sebuah alat jaringan portabel menggunakan bahasa scripting Perl.
Kemudian, Metasploit Framework benar-benar ditulis ulang dalam bahasa pemrograman Ruby. Pada tanggal 21 Oktober 2009, Proyek Metasploit mengumumkan yang telah diakuisisi oleh Rapid7.
Metasploit biasa dikaitkan dengan istilah remote exploitation, maksudnya penyerang berada pada jarak jangkauan yang jauh dapat mengendalikan komputer korban. Metasploit menyerang dengan cara mengirimkan exploit pada komputer korban. Exploit ini berisi payload yang sudah ditentukan oleh penyerang
Syarat Dasar Metasploit :
  1. Exploit : Membantu dalam memasuki atau menembus ke system karena setiap kerentanan atau cacat apapun dalam sistem
  2. Payload : Yang menetukan karya mengesploitasi
  3. Auxillary : Beberapa aplikasi lain yang dikombinasikan dengan kerangka seperti sniffer , alat pencacahan
  4. Meterpreter : Payload yang disuntikkan ke dalam proses system diesploitasi dimana ada proses tambahan dibuat dalam memori dan kemudian dapat bermigrasi ke setiap proses yang diinginkan dengan menggnakan PID (Process ID)
  5. Encoders : Eksploitasi kadang – kadang terdeteksi oleh anti-virus sehinnga encoders ini dapat digunakan untuk membuat eksploitasi tidak terdeteksi dan memanipulasi kode
  6. Nops : Dikenal sebagaii generator tidak ada operasi adalah membantu dalam membiarkan eksploitasi tetap tidak terdeteksi dari IDS.
  7. Plugins : Memperluas fungsionalitas console tersebut

Perintah Dasar Metasploit :
  1. Help : seperti namanya berarti ia akan menampilkan beberapa perintah untuk referensi.
  2. Search : digunakan jika anda ingin mencari dan mengesploitasiUse : Setelah mengesploitasi diinginkan telah disortir kemudian gunakan perintah ini untuk memeilih perintah tertentu untuk mengesploitasi.
  3. Set : Jika anda ingin menggunakan opsi tertentu sekali maka perintah ini digunakan
  4. Show Options : jika perintah ini digunakan maka ia akan menampilkan pilihan dari eksploitasi. Perintah apa yang harus digunakan dan lain-lain.
  5. Setg : Hal ini seperti “set” tapi “g” singkatan global sehingga jika anda ingin menggunakan opsi khusus untuk sesi lengkap kemudian perintah ini
  6. Show : Hanya “Show” perintah akan menampillan semua eksploitasi, payload dan auxillaries pada suatu wakti di layar tetapi jika digunakan sebagai “show” dll akan hanya menampilkan muatan.
  7. Info : ini menampilkan informasi yang dibutuhkan tentang mengesploitasi atau payload
  8. Exploit/run: setelah setiap hal diatur perintah ini digunakan untuk menjalankan mengeksploitasi.
  9. Sessio : session –I, session –I <1,2,3…id> : setelah memanfaatkan sukses maka untuk melihat sesi perintah ini digunakan dan mkemudian ID digunakan untuk memilih salah satu sesi tertentu
  10. Ps : misalkan sesi meterpreter berjalan dengan sukses maka “p” akan menampilkan proses yang berjalan dalam system dieskploitasi.
  11. Migrate : Ini terjadi bahwa proses yang meterpreter sedang disuntikkan adalah proses sementara jadi di sini perintah bermigrasi dapat digunakan untuk transfer meterpreter untuk beberapa proses lain specifying id proses.

FRAMEWORK AUDIT SI
1.      CICA/CoCo
CoCo (Criteria of Control Framework) diperkenalkan pada tahun 1992 dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pengambilan keputusan dengan kontrol yang lebih baik, manajemen resiko, dan tata kelola perusahaan. Framework ini mencakup 20 kriteria untuk kontrol yang efektif dalam empat bidang organisasi: tujuan (arah), komitmen (identitas dan nilai-nilai), kemampuan (kompetensi), serta pemantauan dan belajar (evolusi). CoCo membangun landasan COSO dengan mengidentifikasi komponen-komponen yang sama tetapi CoCo melebihi COSO dalam melihat apakah suatu organisasi mempunyai tujuan dan aktivitas pengendalian yang tepat.
Kriteria yang digunakan dalam CoCo adalah sebagai berikut :
  • Purpose
  • Commitmen
  • Capability
  • Monitoring and Learning
2.      ISO 20000-1:2011
ISO 20000-1:2011 merupakan standar internasional pertama untuk manajemen layanan teknologi informasi (ITSM, IT Service Management). Standar ini untuk menggantikan British Standards BS 15000. Pertama kali dipublikasikan pada Desember 2005 dan seperti pendahulunya, BS 15000, awalnya dikembangkan untuk menggambarkan pedoman praktik terbaik yang terdapat dalam kerangka kerja ITIL (Information Technology Infrastructure Library). Tanpa menutup kenyataan di sisi lain, standar tersebut juga mendukung kerangka kerja dan pendekatan ITSM lainnya.
ISO / IEC 20000-1: 2011 dapat digunakan oleh:
  1. Penyedia layanan untuk memantau, mengukur, dan meninjau proses dan layanan manajemen layanannya
  2. Penyedia layanan untuk meningkatkan desain, transisi, pengiriman dan peningkatan layanan melalui implementasi dan operasi SMS yang efektif;
  3. Penilai atau auditor sebagai kriteria penilaian kesesuaian SMS penyedia layanan dengan persyaratan dalam ISO / IEC 20000-1: 2011. 

3.      ISO 90003:2014
ISO / IEC 90003: 2014 merupakan salah satu framework ISO untuk pedoman pengaplikasian ISO 9001:2008 tentang komputer software. ISO ini memberikan panduan bagi organisasi dalam penerapan ISO 9001: 2008 untuk akuisisi, penyediaan, pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan perangkat lunak komputer dan layanan dukungan terkait. ISO / IEC 90003: 2014 tidak menambah atau mengubah persyaratan ISO 9001: 2008.
Penerapan ISO / IEC 90003: 2014 sesuai untuk perangkat lunak :
  • Bagian dari kontrak komersial dengan organisasi lain,
  •  Produk yang tersedia untuk sektor pasar,
  • Digunakan untuk mendukung proses suatu organisasi.


DAFTAR PUSTAKA
H. d. A. W. Jogiyanto. 2011. “Sistem Tata kelola Teknologi Informasi”, Yogyakarta: Andi.