TREND SI / TI DALAM BIDANG KESEHATAN.
A.
Perkembangan, Manfaat, Peranan Komputer Di Bidang Kedokteran
Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu
pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat
memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang
kehidupan. Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi hampir di seluruh
aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang tidak lagi asing
bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang pekerjaan menggunakan komputer
untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya.
Manfaat penerapan komputer dalam bidang kesehatan
Manfaat dari penerapan komputer dalam bidang
kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara lain sebagai berikut :
a. Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat
yang cocok.
b. Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh
bagian dalam manusia.
c. Memonitoring status pasien, merecord data pribadi
pasien dan riwayat penyakit pasien.
d. Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan.
e. Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan
mengolah data – data secara cepat dan mudah.
f. Mendeteksi DNA seseorang.
g. Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di
laboratorium.
h. Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis.
Peranan komputer dalam bidang kesehatan
Komputer dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan
pengolahan data administrasi suatu rumah sakit atau klinik, hingga melakukan
riset bidang kedokteran, mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat,
serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat.
Peranan komputer dalam bidang kesehatan sangat
banyak dan penting. Sebagai contoh dalam bidang kesehatan peranan – peranan
tersebut antara lain :
A. Bidang administrasi
B. Bidang farmasi
C. Mendiagnosa suatu penyakit
D. Memonitoring status pasien
E. Penelitian
F. Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh
bagian dalam manusia
B.
Pengertian Sistem E-Health
E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi termasuk pula elektronika, telekomunikasi,
computer dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran,
guna melaksanakan pelayanan klinis (diagnose atau terapi), adaministrasi serta
pendidikan
C.
Diagram System E-Health
Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
1. Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
2. Sebuah perangkat antar-muka pasien
3. Sejumlah instrument biomedika (tergantung
keperluan)
4. Sebuah perangkat antar-muka pengguna
5. Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang
tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan
dengan stasiun medis lainnya secara :
a. Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi
antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
b. Store and forward, pengiriman informasi dan
pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat
jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta
informasi penting secara singkat.
D.
Manfaat E-Health
Manfaat dari penerapan sistem E-Health dalam dunia
kedokteran :
1. Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
3. Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
4. Pemberdayaan pasien dan konsumen
5. Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik
antara pasien dan tenaga kesehatan
6. Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
7. Mendorong tumbuhnya komunikasi informasi antar
lembaga pelayanan kesehatan
8. Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
E.
Contoh Penerapan E-Health
1. Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi
penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem
ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek
menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media
kertas.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
1. Fase penulisan resep
2. Fase pembacaan resep
3. Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh
petugas apotek
4. Fase penggunaan obat oleh pasien
2. Cara Kerja Sistem Resep Elektronik
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras
dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan
perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan
modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan). Satu computer digunakan sebagai
server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya
menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di
instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua
atau banyak computer.
Perangkat lunak pada sistem resep elektronik
pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mencatat semua data pasien yang dapat dengan
mudah dicari kembali
b. Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat
langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek
untuk ambil obat.
c. Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep
dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi
apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi
peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
d. Mencatat data penggunaan obat
e. Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah.
F.
BIOINFORMATIKA
Bioinformatika (bioinformatics) adalah ilmu yang
mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis
informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika,
statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama
dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan
dengannya. Manfaat Bioinformatika adalah sebagai penunjang suatu proses
penelitian sampai akhirnya menjadi produk yang dapat digunakan khalayak ramai
untuk kepentingan tertentu.
2. Bidang-bidang terkait Bioinformatika
a. Biophysics
b. Computational
Biology
c. Medical
Informatics
d. Cheminformatics
e. Genomics
f. Proteomics
g. Pharmacogenomics
TREND
SI/TI DALAM BIDANG MEDIA/NEW MEDIA
New Media merupakan perkembangan baru dari
media-media yang telah digunakan manusia. Karakternya yang merupakan bentuk
digital tentu memudahkan dalam bertukar informasi dan berbagai kegiatan
lainnya. Namun New Media bisa memberikan nilai negatif juga, yaitu dapat
mengakses situs yang berbau porno dan kekerasan dengan mudah dan memberikan
efek ketagihan bagi penggunanya.
A.
Manfaat Media
a. Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini, tentunya manfaat new media sangat
besar, dan di rasakan sekali oleh para pelajar atau mahasiswa. Para pelajar
atau mahasiswa seperti saya bisa mencari bahan bahan materi yang di perlukan
oleh mereka, jadi kita dapat mengurangi biaya dalam membeli buku, karena kita
bisa men-download suatu buku digital yang isinya adalah bahan-bahan materi yang
kita perlukan, dan filenya bisa kita simpan dalam direktori yang ada dalam
laptop ataupun notebook, jadi lebih simple dan praktis, tinggal membawa laptop
atau notebook kita jika diperlukan tanpa harus keberatan membawa buku yang
banyak.
b. Bidang Kesehatan
Dalam bidang ini ,banyak sekali manfaat yang di
rasakan langsung oleh orang yang sedang sakit, atau orang yang ingin mencari
sesuatu bahan alami untuk menjaga kesehatan. Biasanya orang mengakses website
yang isinya adalah resep obat yang tradisional.
c. Bidang Pencarian Kerja
Dalam bidang ini juga tentunya sangat berguna untuk
orang – orang yang ingin mencari pekerjaan. Karena lewat New Media orang bisa
menetahui lowongan pekerjaan, tanpa harus membeli koran atau keliling ke tempat
perusahaan. Karena biasanya setiap instansi / perusahaan memiliki website ,
jadi kita cukup melihat website dari instansi itu. Melalui New Media juga para
pelamar kerja bisa mendaftar lewat online.
d. Bidang Jula Beli
Bidang ini juga adalah bidang yang bayak di akses
orang – orang, manfaatnya dapat dirasakan pembeIi cukup melihat gambar/photo
barang lalu melihat kode barang dan membuat pesan di website tersebut yang
isinya adalah nama, no rek, kode barang dan kode post, jadi tidak perlu datang
ke store-store yang menjual barang tersebut. Transaksi pembayaran dapat di
lakukan dengan menggunakan ATM/ebanking dll. Lalu manfaat yang dirasakan oleh
penjual adalah dia dapet menjual barang ke manapun. Dan pengiriman barangpun
dapat menggunakan jasa pengiriman barang seperti GNE, Kantor Pos, Dll. Namun
terkadang kualitas barang yang dijual tidak sebagus barang yang ada digambar /
photo, dan bagi anda yang ingin membeli barang via Internet juga harus waspada
akan penipuan. Di sini ada juga forum jual beli yang lumayan banyak di akses
orang yaitu kaskus.
e. Bidang Sosial
Bidang yang sekarang paling banyak di akses oleh
orang-orang, karena banyak sekali website yang bisa kita akses untuk melakuakan
kegiatan sosial, salah satunya Facebook, Friendster, Twitter, My Space, Yahoo
Messangger, Yahoo dan lainnya. Melalui website tersebut kita dapat
bersilaturahmi pada sanak sodara yang ada di manapun, di website kita juga dapat
mengirim photo,video dll.
B. Tantangan New Media
B. Tantangan New Media
1. Market
Dewasa ini kebutuhan konsumen kian majemuk. Perusahaan tidak cukup menyandarkan segmentasi dari satu atau dua kriteria saja, tetapi harus lebih dalam. Misalnya ke segi life style, hobi dll. Anda harus mampu memetakan target market sambil memperhatikan misi yang ingin dicapai perusahaan.
Dewasa ini kebutuhan konsumen kian majemuk. Perusahaan tidak cukup menyandarkan segmentasi dari satu atau dua kriteria saja, tetapi harus lebih dalam. Misalnya ke segi life style, hobi dll. Anda harus mampu memetakan target market sambil memperhatikan misi yang ingin dicapai perusahaan.
2. Message
Perusahaan sudah tidak bisa lagi mendikte konsumen karena zamannya sudah user generate content. Makanya, sebelum mendeklarasikan sebuah pesan, perusahaan harus mengubah mindset dulu. Perhatikan siapa audiens anda. Lihat kultur budaya konsumen, psikologis, perilaku umur, dlsb. Jangan menyamaratakan setiap konsumen.
Perusahaan sudah tidak bisa lagi mendikte konsumen karena zamannya sudah user generate content. Makanya, sebelum mendeklarasikan sebuah pesan, perusahaan harus mengubah mindset dulu. Perhatikan siapa audiens anda. Lihat kultur budaya konsumen, psikologis, perilaku umur, dlsb. Jangan menyamaratakan setiap konsumen.
3. Channel
Perusahaan harus mampu memilih channel yang sesuai tipikal konsumen. Misalnya Pinterest cocok untuk Ladies, atau Twitter untuk Geek (dalam arti positif). Perlu diingat bahwa promosi yang baik adalah yang bisa melibatkan konsumen. Misalnya mengajak mereka untuk tweet atau sekedar menulis opini di Facebook.
Perusahaan harus mampu memilih channel yang sesuai tipikal konsumen. Misalnya Pinterest cocok untuk Ladies, atau Twitter untuk Geek (dalam arti positif). Perlu diingat bahwa promosi yang baik adalah yang bisa melibatkan konsumen. Misalnya mengajak mereka untuk tweet atau sekedar menulis opini di Facebook.
4. Media
Masih berhubungan dengan channel, media lebih ke fungsi dari channel. Contohnya jejaring sosial selain untuk chatting sering dimanfaatkan pula untuk campaign, bahkan tidak sedikit yang menggunakannya untuk customer service. Apapun medianya, fokus pada target market Anda. Pelajari pelaku mereka, kemudian pilih media yang sesuai.
Masih berhubungan dengan channel, media lebih ke fungsi dari channel. Contohnya jejaring sosial selain untuk chatting sering dimanfaatkan pula untuk campaign, bahkan tidak sedikit yang menggunakannya untuk customer service. Apapun medianya, fokus pada target market Anda. Pelajari pelaku mereka, kemudian pilih media yang sesuai.
5. Money
Umumnya perusahaan mengacu pada presentase yang dijatah untuk anggaran bujet promosi. Banyak promosi yang gagal karena bujet yang terlalu ketat. Padahal tidak harus begitu jika perusahaan mematuhi langkah yang benar dalam menyusun bujet. Yaitu tentukan dulu objek yang ingin dicapai, dan dengan cara apa kita menggapainya, barulah kemudian bujet dianggarkan.
Umumnya perusahaan mengacu pada presentase yang dijatah untuk anggaran bujet promosi. Banyak promosi yang gagal karena bujet yang terlalu ketat. Padahal tidak harus begitu jika perusahaan mematuhi langkah yang benar dalam menyusun bujet. Yaitu tentukan dulu objek yang ingin dicapai, dan dengan cara apa kita menggapainya, barulah kemudian bujet dianggarkan.
6. Measurement
Atau pengukuran. Hal yang paling complicated untuk diukur adalah promosi. Karena variabel yang diuji cukup banyak. Bila promosi diberlakukan untuk jangka pendek seperti trade promo, maka mengukurnya tidak sesulit promosi jangka panjang. Bila ditujukan untuk jangka panjang seperti meraih awareness, top of mind, dll, tentu banyak sisi yang harus dipertimbangkan. Maka yang paling mudah untuk mengukur efektivitas promosi ini adalah dengan media digital. Misalnya ketika Anda ingin meraih brand awareness, cara mengukurnya adalah melihat jumlah user yang membicarakan brand Anda di media sosial atau forum online hingga ada yang rela menjadi influencer. Dari situ sudah terlihat, apakah upaya promosi Anda berhasil atau tidak.
Atau pengukuran. Hal yang paling complicated untuk diukur adalah promosi. Karena variabel yang diuji cukup banyak. Bila promosi diberlakukan untuk jangka pendek seperti trade promo, maka mengukurnya tidak sesulit promosi jangka panjang. Bila ditujukan untuk jangka panjang seperti meraih awareness, top of mind, dll, tentu banyak sisi yang harus dipertimbangkan. Maka yang paling mudah untuk mengukur efektivitas promosi ini adalah dengan media digital. Misalnya ketika Anda ingin meraih brand awareness, cara mengukurnya adalah melihat jumlah user yang membicarakan brand Anda di media sosial atau forum online hingga ada yang rela menjadi influencer. Dari situ sudah terlihat, apakah upaya promosi Anda berhasil atau tidak.
C.
Elemen Media
1. Komunikator
a. Dalam komunikasi massa media baru, biaya yang
dibutuhkan memang relatif lebih rendah bila digunakan dalam jangka panjang
daripada media lama. Persaingan sangat tinggi.
b. Persaingan yang terjadi pada komunikasi media
baru lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh fasilitas yang beragam dan media
yang beragam untuk menuangkan berbagai ide, gagasan, opini, berita, dan
informasi dalam berbagai media yang ditawarkan. Selain itu, kemudahan dalam
menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut juga memengaruhi. Misalnya saja pada
media internet, kita dengan mudah menjadi komunikator dengan membuat atau
menciptakan situs sendiri terutama blog.
c. Bila dibandingkan dengan media lama, kompleksitas
komunikator dalam media baru jauh lebih simple. Tidak ada prosedur-prosedur
atau pengaturan-pengaturan yang kompleks di dalamnya. Ini juga dipengaruhi oleh
mudahnya dalam pengolahan media itu sendiri. Contohnya, saya seorang individu
yang ingin membuat blog agar dapat menuangkan berbagai opini mengenai kenaikan
harga BBM. Setelah membuat blog, saya menuangkan opini-opini saya dengan sangat
mudah. Sebagai komunikator, saya hanya perlu mengetikkan opini lalu
mengunggahnya. Saya dapat mengunggah kapan dan dimana saja, tidak perlu
berdandan, merapikan pakaian, atau mengatur tata letak saya ketika beropini.
Ini terjadi karena kita sebagai seorang individu yang tidak terikat oleh sebuah
lembaga juga bisa mengubah tampilan dari informasi tersebut.
2. Pesan
Pesan terdiri atas Code dan Content (isi).
Pesan terdiri atas Code dan Content (isi).
a. Codes merupakan sistem simbol yang digunakan
untuk menyampaikan pesan komunikasi, misalnya: kata-kata lisan, tulisan, foto,
musik, dan film (moving picrures).
b. Content (isi) merujuk pada makna dari sebuah
pesan, bisa berupa informasi atau sebuah lelucon.
Isi dari komunikasi massa media baru secara umum
hampir sama dengan media lama. Tetapi di sini, aspek hubungan juga memiliki
peran yang setara dengan aspek isinya. Selain itu, pesan dalam komunikasi massa
media baru dalam jumlah yang banyak, dapat dimampatkan dalam sebuah media yang
praktis.
3. Komunikan / khalayak
Karakteristik komunikan dalam komunikasi massa media baru diantaranya :
Karakteristik komunikan dalam komunikasi massa media baru diantaranya :
(1) Berjumlah besar/banyak dan heterogen
(2) Tidak selalu anonim
(3) Terpisah secara fisik.
a. Komunikan berjumlah besar/banyak dan
heterogen. Dalam media baru, informasi dapat diakses dengan mudah kapan
dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan jarak. Jika pada media lama,
koran Pikiran Rakyat misalnya, hanya dapat dibaca oleh warga jawa Barat, dengan
media baru berupa digital dan online, PikiranRakyat-online dapat dijangkau oleh
siapa saja melalui e-paper. Heterogen berarti pembaca koran tersebut beraneka
ragam. Misalnya anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua.
b. Tidak selalu anonim. Sebagian komunikan pada
media baru bersifat anonim—sama seperti pada media lama. Komunikator biasanya
tidak mengetahui identitas komunikan dan pada siapa ia berkomunikasi. Meskipun
demikian, beberapa situs dalam media baru mengetahui komunikannya, misalnya
untuk menikmati layanan e-paper dalam kompas atau pikiran rakyat, kita harus
log in terlebih dahulu. Untuk bertanya kepada disbudpar Jabar dalam media twitter,
kita harus sign-in twitter. Dan untuk mendownload e-book dalam situs resmi
pemerintah, kita harus mendaftarkan diri sebelumnya.
c. Terpisah secara fisik. Sama seperti
komunikan pada media lama, pada media baru pun komunikan terpisah secara fisik,
bahkan sangat jauh karena dapat terhubung dengan seluruh orang di dunia (namun
terasa lebih dekat).
4. Media Massa
Dalam komunikasi massa media baru, tentu media yang digunakan adalah media baru. Pengertian dari media baru sendiri adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan media digital, computer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif, dan tidak memihak. Beberapa contohnya adalah internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.
Dalam komunikasi massa media baru, tentu media yang digunakan adalah media baru. Pengertian dari media baru sendiri adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan media digital, computer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif, dan tidak memihak. Beberapa contohnya adalah internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.
5. Gatekeeper
Gatekeeper pada media massa menentukan penialaian apakah suatu informasi penting atau tidak. Ia menaikkan berita yang penting dan menghapus informasi yang tidak memiliki nilai berita. (Hiebert, Unguait, Bohn,1975:109).
Gatekeeper bukan merupakan jabatan, melainkan sebuah pelaksana fungsi. Jika dalam komunikasi media lama terdapat editor surat kabar, dalam media baru terdapat editor media online.
Gatekeeper yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari seperti ketika kita menemukan foto yang tidak senonoh di salah satu situs jejaring sosial facebook dan kita merasa foto tersebut disalahgunakan, kita melaporkannya kepada pihak pengurus facebook. Kemudian, pihak tersebut yang berwenang menentukan dan melakukan kebijakannya terhadap foto tersebut. Pihak pengurus inilah yang kita namakan gatekepeer.
Gatekeeper pada media massa menentukan penialaian apakah suatu informasi penting atau tidak. Ia menaikkan berita yang penting dan menghapus informasi yang tidak memiliki nilai berita. (Hiebert, Unguait, Bohn,1975:109).
Gatekeeper bukan merupakan jabatan, melainkan sebuah pelaksana fungsi. Jika dalam komunikasi media lama terdapat editor surat kabar, dalam media baru terdapat editor media online.
Gatekeeper yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari seperti ketika kita menemukan foto yang tidak senonoh di salah satu situs jejaring sosial facebook dan kita merasa foto tersebut disalahgunakan, kita melaporkannya kepada pihak pengurus facebook. Kemudian, pihak tersebut yang berwenang menentukan dan melakukan kebijakannya terhadap foto tersebut. Pihak pengurus inilah yang kita namakan gatekepeer.
6. Regulator.
Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper, namun regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita. Regulator bisa menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi, tapi ia tidak dapat menambah atau memulai informasi, dan bentuknya lebih seperti sensor. Pemerintah dan organisasi profesi merupakan contoh regulator yang ada di Indonesia.
Kami berpendapat bahwa regulator media baru yang ada di Indonesia belum berfungsi secara baik. Misalnya saja, masih bayak gambar-gambar seronok dalam media baru yang dapat dengan mudah diakses oleh segala usia. Disini, pemerintah belum mampu menjadi regulator karena belum mendapatkan alternatif untuk mengatasi hal-hal yang demikian.
7. Feedback (umpan balik).
Feedback adalah sebuah masukan yang diberikan oleh komunikan ketikakomunikasi sedang berlangsung. Masukan tersebut sangat berguna bagi komunikator untuk mengetahui apakah perilaku komunikasinya (pada saat ia melakukan komunikasi) telah benar-benar efektif mencapai sasarannya atau justru malah mengacaukan usahadalam mencapai sasaran komunikasinya
Dalam media lama, respons tidak terlihat oleh komunikator. Agar responnya dapat sampai kepada komuniktor, andiens media massa harus member feedback seperti menulis surat pembaca, menelepon redaktur media massa tersebut dan mematikan televisi.
Menurut kami, dalam media baru feedback dapat langsung disampaikan dan terlihat oleh komunikator. Contohnya, saat akun twitter ‘infobandung’ memberikan informasi mengenai seorang pelajar yang bunuh diri di jembatan laying Pasopati, kita dapat langsung memberikan komentar hanya dengan meng-klik ‘reply’. Atau ketika kita melihat video ‘Unpad tempo dulu’ dalam media Youtube, kita dapat langsung memberikan feedback dengan meng-klik ‘suka’ atau memberikan komentar dibawah video tersebut.
Macam feedback :
Feedback adalah sebuah masukan yang diberikan oleh komunikan ketikakomunikasi sedang berlangsung. Masukan tersebut sangat berguna bagi komunikator untuk mengetahui apakah perilaku komunikasinya (pada saat ia melakukan komunikasi) telah benar-benar efektif mencapai sasarannya atau justru malah mengacaukan usahadalam mencapai sasaran komunikasinya
Dalam media lama, respons tidak terlihat oleh komunikator. Agar responnya dapat sampai kepada komuniktor, andiens media massa harus member feedback seperti menulis surat pembaca, menelepon redaktur media massa tersebut dan mematikan televisi.
Menurut kami, dalam media baru feedback dapat langsung disampaikan dan terlihat oleh komunikator. Contohnya, saat akun twitter ‘infobandung’ memberikan informasi mengenai seorang pelajar yang bunuh diri di jembatan laying Pasopati, kita dapat langsung memberikan komentar hanya dengan meng-klik ‘reply’. Atau ketika kita melihat video ‘Unpad tempo dulu’ dalam media Youtube, kita dapat langsung memberikan feedback dengan meng-klik ‘suka’ atau memberikan komentar dibawah video tersebut.
Macam feedback :
a. Internal Feedback.
Feedback internal adalah sesuatu yang menunjukkan
sumber dari isyarat / gejala yang menjadi feedback. Feedback ini muncul dari dalam
komunikator. Contohnya adalah ketika komunikator memberikan sebuah informasi,
tapi saat dia ingat akan kesalahan dalam pengungkapan informasi tersebut dan
dia meralatnya, maka yang kita itu dapat kita katakan sebagai hal yang terjadi
karena ada feedback internal pada diri komunikator
b. Eksternal Feedback.
Eksternal feedback adalah feedback yang berasal dari
komunikan. Dalam hal ini komunikan dapat menunjukkannya dengan memberikan
ekspresi wajah tertentu, gerak-gerik, perilaku atau bahkan suara-suara yang
muncul ketika penyampaian informasi dan pesan sedang berlangsung. Contohnya
adalah ketika kita menyampaikan pesan kepada teman kita bahwa pada hari ini
jadwal kuliah diliburkan, kemudian teman kita tersenyum gembira dan mengatakan
“hore..” inilah yang disebut dengan eksternal feedback. Macam-macam eksternal
feedback adalah :
1) Representative Feedback.
Feedback yang disampaikan dengan cara di wakili oleh sebagian kecil maksudnya karena saking banyaknya feedback yang ingin di sampaikan oleh orang banyak sehingga dapat di wakilkan oleh satu orang saja.
Contohnya : Kaskus mebuat kuesioner untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap manfaat kaskus untuk masyarakat itu sendiri. Jadi tidak semua masyarakat yang mengisi kuesioner tersebut melainkan hanya di wakilkan oleh beberapa orang saja.
2) Indirect Feedback.
Feedback yang disampaikan ketika komunikasi telah selesai.
Contohnya : Mode pakaian baru yang di posting di internet tidak langsung membuat masyarakat beralih ke mode tersebut, namun dengan perlahan dari waktu ke waktu masyarakat mulai mengadopsi mode tersebut sehingga perubahan mode terjadi.
3) Delayed Feedback.
Feedback yang disampaikan secara tertunda karena membutuhkan waktu untuk di transmisikan dari komunikan kepada komunikator.
Contohnya : Polling pemilihan pulau komodo untuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia bidang flora dan fauna melalui salah satu situs di internet. Hasil poling di ketahui beberapa minggu setelah pemilihan dilakukan. Karena padafeedback ini membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data tersebut. Lebih ditekankan pada aspek waktu.
4) Cumulative Feedback.
Feedback yang dilakukan dengan cara mengumpulkan semua respons yang datang dalam satu periode sehingga mempengaruhi media itu untuk kedepannya.
Contohnya : Pengguna jejaring sosial facebook membuat suatu group untuk mendukung anjing kintamani berasal dari Indonesia agar di akui oleh Asia dan mengakibatkan Asia mengakui anjing tersebut memang berasal dari Indonesia.
5) Institutionalize Feedback.
Feedback ini berasal dari suatu lembaga yang langsung mendatangi komunikannya untuk mengumpulkan pendapat.
Contohnya : Perusahaan intel langsung terjun kelapangan untuk menemui para mahasiswa dan melakukan sharing terhadap penggunaan produk intel terbaru yaitu core i.7.
8. Filters.
Filters dalam media baru bersifat lebih longgar dibandingkan dengan media lama. Dalam media baru, berbagai informasi dapat diperoleh secara terbuka. Filters yang efektif sebenarnya ada pada diri khalayak yang dipengaruhi oleh fisik, nonfisik, dan budaya.
Contohnya : Media baru yang tidak memiliki batasan alias globalisasi membuat masyarakat menjadi lebih cepat melakukan revolusi atau perubahan sehingga mempengaruhi pola kehidupan masyarakat tersebut. Selain itu pada media baru cenderung terjadi westernisasi dan modernisasi. Jadi filter disini tidak terlalu berperan karena tidak ada lagi batas ruang dan waktu.
1) Representative Feedback.
Feedback yang disampaikan dengan cara di wakili oleh sebagian kecil maksudnya karena saking banyaknya feedback yang ingin di sampaikan oleh orang banyak sehingga dapat di wakilkan oleh satu orang saja.
Contohnya : Kaskus mebuat kuesioner untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap manfaat kaskus untuk masyarakat itu sendiri. Jadi tidak semua masyarakat yang mengisi kuesioner tersebut melainkan hanya di wakilkan oleh beberapa orang saja.
2) Indirect Feedback.
Feedback yang disampaikan ketika komunikasi telah selesai.
Contohnya : Mode pakaian baru yang di posting di internet tidak langsung membuat masyarakat beralih ke mode tersebut, namun dengan perlahan dari waktu ke waktu masyarakat mulai mengadopsi mode tersebut sehingga perubahan mode terjadi.
3) Delayed Feedback.
Feedback yang disampaikan secara tertunda karena membutuhkan waktu untuk di transmisikan dari komunikan kepada komunikator.
Contohnya : Polling pemilihan pulau komodo untuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia bidang flora dan fauna melalui salah satu situs di internet. Hasil poling di ketahui beberapa minggu setelah pemilihan dilakukan. Karena padafeedback ini membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data tersebut. Lebih ditekankan pada aspek waktu.
4) Cumulative Feedback.
Feedback yang dilakukan dengan cara mengumpulkan semua respons yang datang dalam satu periode sehingga mempengaruhi media itu untuk kedepannya.
Contohnya : Pengguna jejaring sosial facebook membuat suatu group untuk mendukung anjing kintamani berasal dari Indonesia agar di akui oleh Asia dan mengakibatkan Asia mengakui anjing tersebut memang berasal dari Indonesia.
5) Institutionalize Feedback.
Feedback ini berasal dari suatu lembaga yang langsung mendatangi komunikannya untuk mengumpulkan pendapat.
Contohnya : Perusahaan intel langsung terjun kelapangan untuk menemui para mahasiswa dan melakukan sharing terhadap penggunaan produk intel terbaru yaitu core i.7.
8. Filters.
Filters dalam media baru bersifat lebih longgar dibandingkan dengan media lama. Dalam media baru, berbagai informasi dapat diperoleh secara terbuka. Filters yang efektif sebenarnya ada pada diri khalayak yang dipengaruhi oleh fisik, nonfisik, dan budaya.
Contohnya : Media baru yang tidak memiliki batasan alias globalisasi membuat masyarakat menjadi lebih cepat melakukan revolusi atau perubahan sehingga mempengaruhi pola kehidupan masyarakat tersebut. Selain itu pada media baru cenderung terjadi westernisasi dan modernisasi. Jadi filter disini tidak terlalu berperan karena tidak ada lagi batas ruang dan waktu.
D.
Contoh Kasus SEO
A. Pengertian SEO
Optimisasi Mesin Pencari atau Search Engine
Optimization (SEO) adalah sebuah proses untuk mempengaruhi tingkat keterlihatan
(visibilitas) sebuah situs web atau sebuah halaman web di hasil pencarian alami
(sering disebut juga dengan pencarian tak-berbayar, pencarian non-iklan, atau
pencarian organik) dari sebuah mesin pencari.
B. Tujuan Utama SEO
Tujuan uatam dari SEO yaitu berfokus untuk meningkatkan trafik. Dan ini adalah efek netto atau tujuan yang akan tercapai manakala tujuan dasar SEO (meningkatkan ranking) sudah tercapai :
Tujuan SEO yang utama adalah berikut ini:
B. Tujuan Utama SEO
Tujuan uatam dari SEO yaitu berfokus untuk meningkatkan trafik. Dan ini adalah efek netto atau tujuan yang akan tercapai manakala tujuan dasar SEO (meningkatkan ranking) sudah tercapai :
Tujuan SEO yang utama adalah berikut ini:
1. Meningkatkan Volume Trafik Kunjungan Pengguna
Internet
Supaya sebanyak-banyaknya pengunjung mendatangi
situs kita dengan menjadi yang paling banyak diklik (berada di area berwarna
merah pada click heatmap yaitu di bagian separuh halaman di atas/upper fold,
lebih baik lagi menjadi nomor 1 – 3 di SERP).
2. Meningkatkan Kualitas Trafik Kunjungan Calon
Konsumen Produk atau Jasa Anda
Sebanyak mungkin pengunjung tersebut adalah
pengunjung yang ditargetkan sesuai kata kunci yang akan Anda pilih, sehingga
lalu-lintas / trafik pengunjung / kunjungan yang datang memang membutuhkan dan
sedang mencari apa-apa yang Anda tawarkan di situs Anda. Hal ini menciptakan
trafik kunjungan yang berkualitas ke situs Anda).
C. Manfaat SEO
Manfaat SEO adalah faktor-faktor positif yang
terjadi setelah tercapainya tujuan-tujuan SEO tersebut: yaitu konversi mikro
dan akhirnya konversi makro.
Konversi adalah penerimaan, persetujuan, dukungan, atau apapun perubahan positif para pengunjung internet terhadap semua elemen-elemen di situs web Anda, yang pada akhirnya mereka menjadi bagian dari anggota komunitas, partisipan, atau konsumen Anda. Inilah Manfaat SEO :
Konversi adalah penerimaan, persetujuan, dukungan, atau apapun perubahan positif para pengunjung internet terhadap semua elemen-elemen di situs web Anda, yang pada akhirnya mereka menjadi bagian dari anggota komunitas, partisipan, atau konsumen Anda. Inilah Manfaat SEO :
a. Konversi Umum
Meningkatnya popularitas dan otoritas situs web Anda
sehingga mudah dijangkau oleh calon audience, pengguna informasi, atau konsumen
produk/jasa yang Anda targetkan.
Meningkatnya otoritas, brand, dan kepercayaan konsumen atau komunitas terhadap perusahaan, professional, atau personal Anda, sehingga situs Anda menjadi acuan atau referensi di bidangnya (dengan syarat situs Anda memiliki isi yang unik, bagus, dan berotoritas / authorized contents).
Meningkatnya otoritas, brand, dan kepercayaan konsumen atau komunitas terhadap perusahaan, professional, atau personal Anda, sehingga situs Anda menjadi acuan atau referensi di bidangnya (dengan syarat situs Anda memiliki isi yang unik, bagus, dan berotoritas / authorized contents).
b. Konversi Utama
Akibat konversi umum di atas, maka terjadilah
konversi mikro seperti kembalinya pengunjung ke situs Anda, waktu kunjungan
yang relatif lebih lama, dan interaksi lainnya yang menyatakan penilaian
positif pengunjung situs kepada situs web Anda.
Akibat konversi mikro di atas, maka tingkat pencapaian objektif utama situs web Anda juga akan meningkat. Inilah yang disebut dengan konversi makro: misalnya meningkatnya transaksi penjualan jika situs Anda berkategori situs komersial misalnya toko online atau agen perjalanan wisata, meningkatnya jumlah pengunjung harian jika situs Anda adalah situs berita, meningkatnya jumlah pelanggan artikel terbaru jika situs Anda adalah situs produk informasi terkait industri atau bidang tertentu, dan seterusnya.
Akibat konversi mikro di atas, maka tingkat pencapaian objektif utama situs web Anda juga akan meningkat. Inilah yang disebut dengan konversi makro: misalnya meningkatnya transaksi penjualan jika situs Anda berkategori situs komersial misalnya toko online atau agen perjalanan wisata, meningkatnya jumlah pengunjung harian jika situs Anda adalah situs berita, meningkatnya jumlah pelanggan artikel terbaru jika situs Anda adalah situs produk informasi terkait industri atau bidang tertentu, dan seterusnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar